Wahai Mursyidku….

Standar

Ilaa ruuhi Syekh Muhammad Abdul Karim Al Maghribi Al Jawi Alfaatihah………………………………………………

Assalamu’alaika Yaa Mursyidul Amin fii kulli makaan wa fii kulli zamaan …

Kuawali tulisan ini dengan Bismillahirrahmanirrahim yang menjadi tongkat pertamaku menapaki jalan yang kau tunjukkan padaku. Jalan yang tak pernah kulalui sebelumnya kecuali dalam mimpi indahku saat pertama kali mengenalmu dan engkau menarik lenganku membawa ke langit. Dalam nyata aku hanya berbicara dengan deretan nasehat yang khusus kau tuliskan padaku.

Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadarrasuulullaah…

Itulah kalimat yang memperkenalkan diriku dengan dirimu. Kalimat yang menjadi rahasia diatas rahasia. Kalimat yang menyimpan cinta hamba kepada tuhan-Nya dan cinta tuhan kepada hamba-Nya.

Alhamdulillahirabbil ‘alamin…. Segala puji dan syukur hanyalah buatmu Tuhanku yang Maha sempurna. Sempurna zatnya, sempurna sifat-Nya, sempurna Perbuatanya. Abadi dalam kesucian selama-lamanya.

Wahai Syekh yang dimuliakan Allah,

Daku telah masuki Pintu pertama yang engkau tunjukkan pada diriku tuk masuki. Daku saksikan diriku disesaki hembusan napas napsu. Betapa malunya diri ini melihat Jasad sendiri yang mendiami dunia ini berpeluh dosa dan kubangan napsu yang tak terbendung. Betapa hinanya diriku dihadapan Robb Penguasa seluruh semesta. Betapa sedihnya junjunganku melihat ummatnya seperti diriku ini. Alangkah terbatasnya pengetahuan diriku memahaminya.

Setetes Ilmu yang diberikan Robb dengan pemahaman yang berpantul di cermin cahaya Rasulullah telah memperliatkan betapa kotornya diriku. Betapa beratnya diriku melepaskan nafsu yang menjadi dinding antara hamba dengan Tuhannya. Aku takut Nur itu menjauh dari dirku karena dosa telah menyelimuti. Aku berharap cinta Rasulullah akan selalu tertuju buatku. Allaahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala aalihi washahbihi wasallim.

Betapa setitik nafsu itu telah merubah samudera ilmu yang diberinya menjadi air yang gerah yang memanaskan diriku dalam kegelisahan Astaghfirullaahal’adziem……….

Yaa  Allah … Sucikanlah hati kami sebagaimana engkau menyucikan orang-orang yang shalih yang engkau kehendaki. Hasbunallaaha Wa Ni’mal Wakiil. Walaa hawla walaa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘adziem…..

Wahai Mursyidku yang Mulia…..

Diriku telah mencoba mengarungi samudera itu

Kubuang lelah dan merengkuh  takut dan harap

Karena kulihat tujuanku sangat lah dekat

Washilah dan fadhilah Rasulullah adalah cahaya dan kekuatanku

Sirri para auliya adalah tambahan napasku mengarungi samudera tanpa batas

Meski sesekali aku terdampar dan kembali lagi

Ombak nafsu telah mengembalikanku ke pantai

Kiri dan kananku setan laknatullah menghujaniku

Aku hanya memandangmu Yaa Rabb

Karena Rahmat dan Ridha-Mu lebih luas dari samudera dosaku

Wahai Mursyidku yang dikasihi Rabbi

Salik ingin pegang tanganmu

Agar bisa merasakan getaran dan cahaya Rasul yang bersinar di hatimu dan wajahmu

Dimanakah kini engkau Guruku

Apakah engkau telah bersama Buya Yahya yang lebih dulu bersama Rasulullah ?

Aku menangis karena waktu kebersamaan kita seperti dulu telah berlalu

Apakah senin itu telah menjadi perpisahan kita ?

Sebagaimana perkataanmu dahulu

Guru akan kembali meninggalkan murid dihari senin

Apakah engkau telah Allah kembalikan ke cahaya

Wahai guruku

Aku rindu….

Aku rindu kasih sayangmu

Aku rindu tulisan hikmah penghapus dahagaku

Jasad kita jauh meski roh satu untuk mencintai tuhan yang satu

Do’akan diriku tuk sampai keseberang sana

Sebagaimana  engkau telah lebih dulu mengarungi samudera ma’rifat itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s